ANGAN ANGAN BOCAH


oleh : Oesman Ratmadja
" SATU saat suatu ketika dan di suatu masa, jika aku sudah besar dan punya modal, aku akan buka kios dan menjadi pedagang sembako, " ungkap ROJAN yang menurut orangtuanya berbakat di dunia bisnis.
"Kalau begitu, kamu harus beli atau sewa kios padaku. Sebab, setelah jadi arsitek, aku lah yang akan bangun kios-kios di setiap pasar," sambar Badrun, yang kata orangtuanya suka banget bikin rumah-rumahan dari kayu dan tiap pelajaran gambar selalu membuat gambar bangunan, baik berupa rumah maupun gedung
"Eiiit, baik kamu Rojan maupun kamu, Badrun, hrs wajib ngorder sembako dan bahan bangunan padaku. Sebab, aku akan jadi distributor sembako & bahan bangunan," Omen juga gak mau kalah. Terlebih, bokapnya bilang, anaknya yang bernama Omen suka benget nolong tetangga asal dia yang siap mengantar pesan atau barang diberi upah
" Oke..oke.. aku setuju," Badrun dan Rojan, serempak menyahut.
"Buat apa kalian ribut-ribut, sih?" Potong TOING yang sejak tadi diam.
"Lhoo, memangnya gak boleh ngomongin masa depan?" Tanya mereka.
"Bukan nggak boleh," jelas TOING. " Soalnya, kelak  aku kan jadi Gubernur. Nah, kalau kalian punya rencana seperti itu, sebagai gubernur aku tak akan memberi ijin , karena sekarang saja kalian buang sampah sembarangan, naruh sendal nggak pernah rapi, dan uang untuk SPP selalu habis buat jajan. Rusak dong kalau nanti aku punya warga seperti kalian yang tak taat pada disiplin," kata Toing sambil ngorek ngorek kuping

0 Response to "ANGAN ANGAN BOCAH"