MENDIDIK ISTERI

oleh : Oesman Ratmadja








    Untung saja, ROJAK bukan tipikal pria yang emosional dan juga anti putus asa. Kalau dua hal tersebut melekat di dirinya, boleh jadi, ROJAK sudah menceraikan isterinya. Mengapa? Karena Karmila - isterinya, hanya pandai dalam meminta dan menerima uang bin duit.
     Jika meminta yang dia inginkan, sang suami harus sanggup memenuhinya. Dan dalam menerima dari suami yang memenuhi permintaan Karmila, sang isteri tak pernah terlihat puas karena selalu lupa untuk bersyukur. Padahal, setiap permintaannya tak pernah tidak dipenuhi. Bahkan, belakangan, saat Karmila tahu rumahnya bocor, tanpa segan dia meminta agar ROJAK segera memperbaikinya.
    Untung, bersamaan dengan itu, bisnis ROJAK lancar. Allah menjabah doa yang dia minta, dan dalam waktu singkat ROJAK berhasil mencari pembeli tanah yang memang sedang mencari tanah karena ingin membangun sebuah pabrik. Alhamdulillah, transaksi berjalan lancar. Atas keberhasilannya menjual delapan hektar tanah, ROJAK bisa membawa pulang banyak uang.
    ROJAK yang sangat bersyukur lantas tak hanya memperbaiki plafonnya yang bocor karena genting rumahnya sudah banyak yang pecah. Tapi, sekaligus merenovasi. Rumahnya yang semula tidak bertingkat, dalam waktu tiga bulan sudah berubah menjadi rumah bertingkat
    Nah, permintaan isterinya yang mana yang tidak dipenuhi oleh ROJAK, ketika sang suami diberi kelancaran oleh ALLAH SWT karena dia rajin berusaha dan juga rajin berdoa.
    Hanya, ROJAK malah jadi bingung karena sang isteri tak juga berkenan memenuhi permintaannya. Buktinya, sangat banyak. Diminta agar isterinya belajar masak agar setiap hari tidak membeli makanan di warung atau rumah makan, belum juga dipenuhi. Diminta agar Karmila rajin sholat, selalu kalau ROJAK sudah marah, barulah Karmila menunaikan shalat. Jelas, yang dilakukan Karmila tidak ikhlas. Sebab, jika ROJAK tidak marah, sang isteri tak segera melaksanakannya bahkan kerap tidak shalat.
    Begitu pun saat ROJAK meminta agar sang isteri berjilbab. Bukan hanya menolak, tapi juga selalu membeberkan alasan yang sebenarnya hanya pembenaran. Sebab, bilang belum terpanggil, lah. Takut tidak berkelanjutan, lah. Pokoknya, Karmila selalu membeberkan alasan yang sebenarnya hanya sebuah upaya agar ROJAK tidak terus mendesak agar dirinya berjilbab.
    "Seperti itulah, pak. Saya hanya kuatir kalau akhirnya saya mengambil keputusan untuk menceraikan. Sebab, sebagai suami saya diberi amanah untuk mengajak keluarga untuk menghindari sentuhan api neraka, sedangkan isteri saya, maunya malah menghampiri api neraka. Mengingat hal itu, bagaimana mungkin saya bisa mempertahankan sosok isteri yang tak menggubris permintaan saya sebagai imam," ungkap ROJAK saat dia curhat ke seorang ustad yang mewanti wanti agar ROJAK tak memanggilnya dengan sebutan ustad
    Alasannya, jika dipanggil sebagai ustad, dia merasa punya beban moral yang sangat berat
    " Saya anggap sangat berat, karena saya hanya manusia yang tak luput dari kesalahan. kan, nggak lucu kalau suatu saat saya khilaf. Dan apa kata dunia jika saya yang dipanggil ustad malah cuma pandai menyampaikan kebaikan tapi tidak pandai dalam melaksanakan atau malah melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang kerap kali saya sampaikan," jelas sang ustad yang lebih ingin agar ROJAK atau siapapun memanggil dirinya dengan Pak Zuhud
   Setelah yakin ROJAK berkenan memenuhi permintaannya, pak Zuhud yang sudah mendengarkan dengan seksama curhat yang disampaikan ROJAK, lalu berkenan memberi wejangan kepada ROJAK.
   " Saya yakin, bila pak ROJAK berkenan mempraktikkan, Allah akan memberi berkah. Sebab, niat pak ROJAK sudah benar. Ingat, setiap niat yang benar, Insya Allah, menghasilkan sesuatu yang baik," tegas pak Zuhud yang juga menyebut dirinya juga akan membantu Rojak dengan doa.
   Bekal nasihat itulah yang kemudian dibawa ROJAK pulang ke rumah.
   Sesampai di rumah, ROJAK memanggil isterinya.
   KARMILA yang paginya meminta agar dibelikan kalung mas, tentu saja gembira karena yakin, ROJAK memenuhi permintaannya dan tujuannya memanggil tak lain hanya untuk menyerahkan kalung yang diinginkan
ROJAK memang melakukan hal itu. Setelah ROJAK melihat kegembiraan isterinya, barulah dia meminta agar KARMILA berkenan berdikusi dengannya.
   " Mau diskusi soal apa sih, bang?" Tanya Karmila yang wajahnya masih begitu riang.
   "Soal rumah tangga kita," kata ROJAK yang tanpa mau membuang waktu lagi, mulai memanfaatkan situasi untuk bicara.
  "Kamu tahu, kan, selama kita menikah, sebagai suami abang selalu berusaha memenuhi permintaan kamu. Mengapa? Sebab, abang paham, dalam berumah tangga suami harus bertanggung jawab dalam nafkah dan dalam hal lainnya. Alhamdulillah, sampai hari ini, rezeki yang berkah selalu diberi oleh ALLAH sehingga dapat memenuhi permintaan kamu. Hanya, bagaimana pun abang heran, mengapa yang mestinya kita ini berkenan untuk saling memberi dan menerima, tapi sampai saat ini kamu hanya pandai meminta tapi tak pernah memberi atau tak pernah memenuhi permintaan abang"
   Karmila yang tahu kemana arah pembicaraan akan dibawa, kembali memberikan jawaban yang kerap kali disampaikan dan jawaban tersebut tak lain hanya untuk menolak keinginan sang suami. ROJAK yang tak mau berdebat, dengan tenang, akhirnya mengambil sebuah foto dari dalam tasnya. Tanpa ragu, ROJAK meletakkan foto wanita cantik berjilbab yang sedang menyajikan masakan ke meja makan di mana nampak ROJAK tengah memperlihatkan kegembiraan.
   Karmila yang kepingin tau, setelah mengambil foto di meja dan memperhatikan sosok di foto, tak hanya langsung terbelalak. Dia juga seperti marah. Hanya, emosinya tak langsung diledakkan. Sebab, belum lagi dia bicara, ROJAK sudah bersuara.
   " Kamu pasti kaget, kan? Syukur kalau kamu kaget. Sebab, abang yakin kalau kamu nggak mungkin tidak kaget. Makanya, hari ini abang akan menegaskan, jika sebagai isteri abang kamu tidak juga berkenan memenuhi permintaan abang, maka dengan terpaksa, abang akan segera melamar wanita itu untuk abang sunting sebagai isteri. Sebab, terus terang, abang ingin agar kamu menjadi isteri yang berkenan abang ajak menjauh dari sengatan api neraka," ujar ROJAK yang setelah mengatakan hal itu dengan tegas, lantas meninggalkan sang isteri yang mendadak  hanya ternganga dan berusaha menahan emosinya.
  DUA hari kemudian, ROJAK menghubungi pak ZUHUD. Meski hanya lewat seluler, ROJAK kembali mengucapkan terima kasih kepada pak Zuhud, karena saran yang dilaksanakan oleh ROJAK, dikabulkan oleh ALLAH dan harapan ROJAK untuk tidak menceraikan isterinya juga dipenuhi oleh sang KHALIK.
 





SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
      . 

0 Response to "MENDIDIK ISTERI "